
Prestasi
More Than a Medal: Cerita di Balik Perunggu ONMIPA 2026
30 Juli 2026
Tanggal Terbit
01 September 2026
Penulis
Callia Edeva Putri Tino

Kalau mendengar kata “kompetisi internasional”, yang terbayang mungkin persaingan yang ketat dan peserta dari berbagai negara. Hal itu memang terjadi di NUS FoodTech Challenge (FTC) 2026. Tahun ini, kompetisi pada jalur International Track diikuti oleh 86 tim dari tujuh negara yang berbeda. Di tengah persaingan itu, dua tim mahasiswa Teknik Pangan ITB berhasil membawa pulang prestasi membanggakan sebagai Juara 2 dan Juara 3 kategori International Track.
Diselenggarakan oleh Department of Food Science and Technology National University of Singapore (NUS) bersama NUS Enterprise, NUS FoodTech Challenge merupakan kompetisi tahunan yang mengajak mahasiswa mengembangkan solusi atas permasalahan nyata yang dihadapi industri pangan.
Tahun ini, peserta ditantang mengembangkan minuman tinggi protein yang memanfaatkan artificial intelligence (AI) dan consumer data untuk menghasilkan produk yang lebih sesuai dengan preferensi konsumen.

Tim 3 Chefs & That 1 Technician Guy, beranggotakan Amar Arief Raihan (PG’23), Juan Moratua Sinaga (PG’23), Muthya Zidna Tadzkira (PG’23), dan Ganesha Rahman Liswantoro (TF’23), memperkenalkan Pronic+, minuman elektrolit berprotein tinggi yang ditujukan untuk membantu pemulihan setelah berolahraga. Dalam proses pengembangannya, AI dimanfaatkan sebagai simulasi konsumen untuk menentukan profil rasa, sensitivitas harga, hingga klaim produk yang paling menarik bagi target pasar. Hasil analisis tersebut kemudian melahirkan tiga varian rasa, yaitu Lime, Mango, dan Mixed Berries.

Sementara itu, tim KOL (Vegetable), beranggotakan Khirania Azzuhra Sentosa (PG’23), Kamalia Rizki Syabani (PG’23), Nadyah Rahmah Adifa (PG’23), dan Arqila Surya Putra (STI’23), mengembangkan GEMBIRA, minuman clear high-protein electrolyte dengan kombinasi rasa pomelo dan cocopandan. Dengan meningkatnya tren lari di Indonesia, tim melihat bahwa banyak minuman recovery yang tersedia masih terasa terlalu berat untuk dikonsumsi setelah berolahraga. Melalui pendekatan berbasis AI dan data konsumen, mereka menghadirkan alternatif yang tetap tinggi protein namun ringan dan menyegarkan. Inspirasi rasa cocopandan yang identik dengan minuman “Soda Gembira” pun dipadukan dengan pomelo untuk menghadirkan cita rasa yang akrab sekaligus modern.
Babak final yang digelar secara daring pada 2 Juli 2026 mempertemukan sepuluh tim terbaik dari kategori internasional. Masing-masing tim mempresentasikan inovasi mereka di hadapan enam juri sebelum memasuki sesi tanya jawab.
Ada satu momen yang masih diingat oleh tim Juara 2. Setelah menjawab satu pertanyaan mengenai rencana ekspansi pasar, sesi tanya jawab mereka berakhir lebih cepat dibanding tim-tim sebelumnya. Hal tersebut sempat membuat seluruh anggota tim diliputi rasa penasaran dan overthinking, bertanya-tanya apakah presentasi mereka kurang menarik atau justru sudah cukup menjawab seluruh aspek yang dinilai.
Jawaban atas rasa penasaran itu akhirnya datang di penghujung acara. Tim mereka diumumkan sebagai Juara 2 International Track, disusul tim sesama mahasiswa Teknik Pangan ITB yang berhasil meraih Juara 3.

Selama beberapa hari, mereka mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari tur kampus NUS, mengunjungi laboratorium Food Science and Technology, berdiskusi dengan pelaku industri, hingga berkunjung ke perusahaan pangan. Di sela-sela kegiatan tersebut, mereka juga berkesempatan tinggal di asrama NUS dan menjelajahi Singapura bersama.
Selain post final program yang diadakan oleh panitia, momen paling berkesan juga ada pada proses di balik layar, seperti menghabiskan malam untuk merampungkan ide, menghadapi revisi dan berdiskusi dengan tim hingga larut malam. Dari situ, kerja sama yang solid, cara bertahan di bawah tekanan, dan bagaimana saling menguatkan saat menghadapi kejenuhan bersama rekan satu tim diajarkan.
“Don't hesitate to take a chance & choose the right team.
Don't be afraid to take opportunities, even when you're not 100% certain you'll succeed. Throughout the journey, you'll learn far more than you ever expected and who knows, you might even end up winning.
Build a team with the right people: those who complement one another, share the same commitment, and are willing to grow together. Most importantly, don't forget to enjoy the journey. In the end, the experiences you create together are often the greatest achievement of all.”
“Jangan menunggu merasa siap sepenuhnya untuk mulai mendaftar, karena keberanian untuk mencoba adalah langkah awal yang paling penting. Jadikan kompetisi sebagai sarana untuk menguji kemampuan, memperluas relasi, dan belajar langsung dari pengalaman, dengan fokus utama pada proses dan pelajaran yang didapat alih-alih terlalu terbebani oleh hasil akhirnya.”